sebilah belati

Berkali-kali telah kutikam dengan sebilah belati bernama….cinta
Dan kau cuma mampu tersenyum mencoba untuk menerima luka.
Kau tak punya lagi harapan selain aku.
Kau tak punya keinginan selain aku.
Kau telah kehilangan hak untuk memiliki, kau telah kehilangan dirimu sendiri.

Tahukah kau – siapakah kekasih yang selama ini begitu kau cintai?
Ya….ia tak lebih hanya sebilah belati.
Aku hanyalah sebilah belati.
Aku tak pernah sungguh-sungguh mencintaimu.
Aku hanya mencintai bayangan diriku dalam mimpimu.

Selama ini aku hanya membangun mimpi-mimpi.
Telah kubelai pundakmu dengan keindahan mimpi-mimpi.
Telah kukecup keningmu dengan keindahan mimpi.

Aku tak peduli dengan cintamu yang suci,
Aku hanya peduli pada mimpi-mimpi.
Kuakui, aku bukanlah kekasih yang pantas kau cintai,
Karena aku hanyalah seorang pemimpi.

Tak ada keberanian dalam diriku, selain hanya untuk menyakitimu
Kekasih maafkan aku…harus kuakui kau adalah matahari
Sedangkan aku cuma setitik debu yang selalu berkhayal jadi matahari
Seluruh bidupku, seluruh keadilan yang selama ini kuseru tidaklah lebih berharga dibanding setitik air matamu

Kekasih….ini air mataku…

31 maret 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s