Apa Arti Bahagia

Begitu kita mendengar kata bahagia, siapapun di dunia ini pasti ingin hidup bahagia terutama dengan pasangan hidupnya. Tetapi sebagian wanita masih beranggapan hidup bahagia adalah orang yang memiliki rumah besar, mobil mewah, berbelanja di toko dan butik ternama, memiliki banyak credit card gold bahkan platinum dan memiliki anak yang sekolah di luar negeri. Atau mungkin ada beberapa wanita berfikiran kehidupan seperti Cinderella, Snow White dan bahkan Putri Aurora merupakan kebahagiaan yang mereka harapkan yaitu mendambakan pangeran tampan yang bergelimangan harta datang untuk menikahi mereka. Tetapi apakah kita sadar, bahwa sebenarnya orang yang menjalankan hidup seperti itu belum tentu merasakan bahagia. Lalu kebahagiaan itu seperti apa? Kalau kita dengan mudah bisa mendapatkan kebahagiaan dari pernikahan, mengapa angka perceraian semakin meningkat dari hari ke hari berdasarkan data ketika saya juga mengajukan cerai.

Keluarga muda yang baru menikah selalu membayangkan bahwa pernikahan akan selamanya bahagia terutama bagi mereka yang telah menjajaki dengan berpacaran cukup lama. Sebagian orang beranggapan nikah merupakan jalan keluar dari semua permasalahan ketika mereka masih single, pelarian dari orang tua yang selalu domiman dan berbagai macam alasan pembenaran mereka. Saya selalu mengatakan kepada teman saya yang baru menikah,’welcome to the real world’. Saya tidak menakut-nakuti mereka, tetapi kehidupan nyata akan terasa ketika kita memutuskan untuk menikah. Ada berbagai tanggung jawab dan peranan yang akan kita lakoni dalam pernikahan di mana semua itu kita lakukan hanya semata untuk mencapai kebahgaiaan.

Perlu kita sadari kebahagiaan yang kita cari bukanlah semata dari materi, tetapi lebih memahami makna dari hidup ini dan kondisi seperti apa yang membuat kita merasa nyaman. Tetapi perlu diingat bukan berbarti setelah kita bisa mencapai hidup bahagia lalu beranggapan kita tidak akan memiliki masalah selamanya. Hapus pikiran seperti itu… Salah satu mencapai atau menjaga kebahagiaan itu adalah dengan melewati berbagai masalah yang ada dihadapan kita dan seperti apa kita menyikapinya.

Lalu setelah kita dapat memahami hidup bahagia, apa yang akan kita lakukan? Berdiam diri dan menikmati kabahagiaan? Saya sangat percaya bahwa setiap orang hidup selalu memberi dan menerima. Setelah kita menerima, banyak pemahaman tidaklah salah untuk memberikan pemahaman kita ke orang yang kita rasa memerlukan pemahaman.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s