Bayangan Kelammu

Ketika kau datang
Dengan langkah mengendap-mengendap
Malu-malu layaknya perawan

Aku tidak bisa menyalahkan takdir
Karena telah lancang menghadirkanmu

Walau kudisini, tahun telah berlalu, masih seperti biasa
Terbaring, sendirian, tercekik dan sekarat

Aku akan memiliki sedikit harapan
Terhadap segala keangkuhanmu yang Esa

Kembali menatap masa lalu
Begitu pahit dan lara hitam mengental
Tetapi ada serpihan gula dalam sana

Semua mungkin tak akan kembali
Dan aku masih tetap saja bisa berhalusinasi
Dengan membayangkan sisa-sisa dirinya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s