Kiat jitu agar anak mendengar

Berikut adalah beberapa tips, agar anak anda mendengar apa yang anda katakan.

Jangan mengancam

Pasalnya, setiap kali Anda memerintah atau memberi petuah dengan nada mengancam, jangan harap Anda akan didengar. “Cepat matikan teve. Sekarang, kan, waktunya belajar! Kalau enggak mau, Papa enggak kasih uang jajan lo!” Guna menghindari perintah bernada ancaman seperti ini, lebih baik sodorkan pilihan padanya. “Acara kartunnya bagus ya. Lima menit lagi selesai lo. Setelah itu Ibu temani kamu belajar ya.” Mintalah anak mengulangi apa yang Anda katakan, “Kak, Ibu barusan bilang apa ya?” Dengan demikian anak benar-benar tahu apa yang diperintahkan padanya dan tahu pula bahwa Anda sungguh-sungguh memintanya melakukan sesuatu.

 

Jangan lupa memberi perhatian

Termasuk perhatian pada apa yang dikatakan anak. Turunkan majalah yang tengah Anda baca, misalnya, atau alihkan sejenak pandangan dari penggorengan selagi Anda memasak. Segera tatap wajahnya ketika ia mengatakan sesuatu. Kalau Anda termasuk pendengar yang baik, buah hati tercinta kelak juga akan tumbuh menjadi pendengar yang baik.

 

Hindari penilaian negatif

Daripada menggerutu melihat apa yang salah semisal, “Kamarmu kok berantakan banget sih!”, bukankah lebih manis memberikan komentar positif yang tidak bernada menyalahkan. Contohnya, “Mainanmu kok tercecer di mana-mana ya. Kalau terinjak pasti rusak. Yuk, kita bereskan bareng-bareng.”

 

Membuat daftar tugas

Diskusikan bersama tugas-tugas apa saja, terutama menjelang berangkat sekolah, yang dapat dilakukan si anak tanpa perlu diperintah lagi. Di antaranya bangun tidur langsung membereskan tempat tidur, mandi dan sikat gigi sendiri, lalu sarapan bersama ayah sebelum berangkat bersama. Selanjutnya, apa saja tugas-tugas di setiap sore sepulang sekolah atau kursus dan setelah menyelesaikan PR. Selanjutnya, taruh jadwal ini di tempat yang mudah terlihat dan ditulis cukup besar. Jadi, setiap saat Anda bisa langsung menunjukkannya tanpa perlu berdebat panjang lebar dengannya.

 

Jangan lupa memuji

Pujilah setiap kali ia berhasil menjadi pendengar yang baik. Di usia sekolah dasar, anak sangat suka menonjolkan kemandiriannya, tapi di lain pihak mereka juga ingin menyenangkan orangtuanya. Jadi, setiap kali ia mengerjakan tugasnya tanpa disuruh atau mengerjakan permintaan Anda dengan sigap, pujilah dengan tulus.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s