Sekilas Lemak

Hugh Macdonald Sinclair (4 Februari 1910 – 22 Juni 1990) adalah seorang berkebangsaan Inggris dengan latar belakang sebagai dokter, peneliti dan ahli gizi. Beliau mengemukakan suatu teori yang disebut sebagai “diseases of civilization” atau penyakit yang muncul sebagai konsekuensi dari berkembangnya suatu peradaban. Penyakit seperti jantung koroner, kanker, diabetes, stroke, dll timbul karena perubahan pola makan manusia.

Pada masa 1950-an studi kesehatan memperlihatkan bahwa pengidap gejala jantung koroner semakin meningkat. Waktu itu para ahli percaya bahwa gejala ini muncul akibat dari pola makanan yang banyak mengandung lemak, namun saat itu belum ada penelitian perihal asam lemak jenuh (good fats) dan asam lemak tak jenuh (bad fats). Tahun 1956, Sinclair menyanggah bahwa gejala jantung koroner disebabkan oleh konsumsi lemak yang berlebihan. Beliau justru mempercayai bahwa lemak dapat menurunkan tingkat penyakit jantung koroner, leukemia, stroke, dll. Sinclair mengemukakan hal ini berdasarkan penelitian terhadap pola makan dari bangsa Inuit yang memiliki kadar lemak tinggi dan kadar karbohidrat yang rendah.

Saat itu para ahli tidak percaya kepada sanggahan Sinclair karena tulisan beliau tidak didukung oleh bukti2 yang kuat. Tahun 1976, Sinclair akhirnya kembali ke Greenland dan hidup selama beberapa waktu dengan suku Inuit untuk mempelajari ulang pola makan suku Inuit. Dalam penelitian ulang ini Sinclair mengamati bahwa orang2 Inuit memiliki bola mata yang sangat jernih sehingga Sinclair percaya bahwa tidak ada penumpukan kolesterol dalam darah orang2 Inuit. Namun Sinclair juga mandapati bahwa orang Inuit mudah terserang mimisan dan sulit mengalami pembekuan darah.

Tahun 1979, Sinclair melakukan eksperimen terhadap dirinya sendiri yaitu mengadopsi pola makan suku Inuit selama 100 hari. Selama jangka waktu tersebut Sinclair benar2 hanya mengonsumsi lemak dan otot singa laut, lemak dan daging ikan laut, moluska dan air. Setiap 2 kali dalam seminggu, Sinclair melukai dirinya dengan jarum khusus untuk untuk mengamati waktu yang diperlukan oleh darah untuk menggumpal (penutupan luka). Setelah 100 hari, Sinclair mendapati bahwa waktu yang dibutuhkan bagi darahnya untuk menggumpal melonjak menjadi adalah 40 menit. Sebelum melakukan diet khusus tersebut Sinclair mencatat bahwa proses penggumpalan darahnya hanya membutuhkan waktu 3 menit. Sinclair membuktikan bahwa lemak EFA (essential fatty acid) dapat menghindari terjadi resiko penggumpalan darah yang menyebabkan terjadinya penyakit jantung dan stroke.

Sinclair diminta untuk menghentikan eksperimen pada dirinya karena rekan2nya beranggapan hal tersebut dapat membahayakan hidupnya. Eksperimen tersebut akhirnya tidak selesai, hanya membuktikan bahwa asam lemak adalah hal yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun eksperimen ini menjadi acuan para ahli selanjutnya untuk melakukan suatu penelitian bahwa lemak ternyata memiliki sifat jenuh (good fats) dan tak jenuh (bad fats).

 

sumber tulisan:

national geographic channel

http://en.wikipedia.org/wiki/Hugh_Macdonald_Sinclair

sumber foto:

http://www.amazon.com/Fine-Wines-Fish-Oil-Macdonald/dp/0192629271

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s