Emansipasi Wanita Yang Salah Kaprah

Entah kenapa, aku memiliki pemahaman sendiri tentang makna kata Emansipasi Wanita. Mungkin..kalimat tersebut dicetuskan atas prakarsa seorang wanita bernama Kartini atau Harum.

Aku hanya membaca sedikit tulisan beliau, aku ingat itu kejadian sudah hampir 6th yang lalu. Itu pun sedang memperingati Kartini. Aku mempertanyakan, kenapa hanya pada saat peringatan Kartini kaum wanita bangga menggunakan Kebaya, kenapa pada saat peringatan Kartini wanita merasa kuat…dan berbagai macam pertanyaan yang akhirnya membuat aku jadi lebih ingin memahami peranan seorang Kartini pada masanya.

Ini adalah kesimpulan aku…eh…bukan juga sih…hasil perenungan tepatnya. Kartini…pada masanya, berjuang untuk kaum wanita agar derajat wanita bisa naik. Dalam hal ini adalah pendidikan. Karena pada jaman itu, yang bisa merasakan bangku pendidikan hanya kaum tertentu khususnya bagi kaum wanita. Tapi beliau tidak melupakan kodratnya sebagai wanita. Nah…esensi tidak melupakan kodratnya sebagai wanita ini yang sering dilupakan sama wanita saat ini.

Contoh yang banyak terjadi adalah…banyak wanita berkeluarga yang mengejar pendidikan demi karir. Apa ini salah? Tentu saja tidak…yang salah adalah…ketika wanita itu melupakan kodratnya sebagai wanita, dia sudah tidak tahu lagi bagaimana cara merajang bawang, tidak tahu lagi rasa jamu seperti apa dan yang paling parah adalah…tidak tahu nikmatnya memberi ASI kepada buah hatinya.

Benar adanya…wanita yang berpendidikan tinggi akan terlihat pintar, enak dipandang karena tahu bagaimana merawat tubuh dan berpakain yang baik dan juga memiliki banyak kerabat. Tetapi buat aku secara pribadi itu bukanlah makna dari emansipasi wanita yang sesungguhnya. Itu hanya terbawa arus modern agar memiliki pengakuan dari lingkukngannya dia.

Dimata aku, makna dibalik perjuangan Kartini yang sebenarnya adalah agar wanita memiliki pendidikan cukup dengan tujuan tidak dibodoh-bodohi baik oleh kaum pria ataupun sesamanya tanpa melupakan kodrat kewanitaannya.

Apa itu kodrat kewanitaan? Banyak orang yang menganggap hal ini sepele, tapi…ini sulit dan tidak semua wanita modern sanggup melakukannya. Hal kecil, membereskan tempat tidur, memasak, mencuci dan mengurus anak. Seberapa banyak wanita modern yang bisa menyingkirkan egonya untuk bisa melakukan hal tersebut? Kebanyakan dari mereka menggantikan peranan kodrat kewanitaannya ini kepada pembantu atau pengasuh.

Banyak aku berteman dengan kaum wanita…tapi pola mereka sama… Wanita pintar, kaum elit di kantornya atau perusahaan tertentu dipastikan…memiliki rumah mewah dan pembantu serta pengasuh. Dan wanita biasa-biasa saja, usaha merintis sendiri ataupun posisi yang tidak tinggi pada perusahaan tertentu dengan rumah sederhana bahkan masih numpang dengan orang tuanya, tidak memiliki pembantu serta pengasuh.

Dari pola di atas, simpulkan sendiri….mana sih wanita yang sudah menjalankan amanat Kartini tentang Emansipasi Wanita…

*Jadilah wanita kuat yang tidak cengeng tapi tetap perlakukan priamu yang jantan dengan segala kerendahan dan kelembutan hatimu*

Iklan

2 thoughts on “Emansipasi Wanita Yang Salah Kaprah

  1. Salut, inilah cara pandang wanita Modern seutuhnya yg berpegang kepada kultur dan budaya serta agama yg teguh, memiliki pandangan maju tapi tdk melupakan dari fungsi wanita itu tersebut. Krn sesungguhnya baik pria dan Wanita telah memiliki kodrat nya didalam posisinya masing2. Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s