20 Tahun Sudah

Di bawah sinar rembulan purnama
Ditemani olehmu menatap pekarangan dari teras
Suara gemericik air dari kolam
Suara gemerisik daun teriup angin
Jangkrik dan kodok bersahutan
 
Sayup-sayup terdengar alunan music jazz
Menghirup dalam aroma lemon tea,
Terdengar suara seruputan dari mulutmu
Menikmati secangkir kopi pahit
Asap kretek mengepul diantara kita
 
Tidak ada sepatah kata yang terucap
Diam…membisu, hanya pikiran kami yang sibuk berbicara
 
Pikiranku menerawang, teringat kala pertama kami berkenalan
Lalu..sekelebat kenangan berdatangan
Kenangan indah, kenangan pahit
Terkadang ada senyum tersungging dibibirku mengingat itu semua
Terkadang aku menghembuskan nafas panjang mengingat kerikil kehidupan
 
Mata kami beradu tanpa sengaja
Ya… tatapan matamu tidak pernah berubah
Persekian detik kamu menatap mataku, akan terlontar, “kenapa?” dari mulutku
 
Banyak hal yang sudah kami laluin, tapi tidak merubah kebiasaan kami
Tetapi banyak hal juga yang kami lakukan di luar dari kebiasaan kami
Kamu selalu mengusap pipiku sambil menatap dalam
Lalu jemari kami saling berpautan
Dan…tidak ada seucap katapun yang terlontar dari mulut kami
 
“Mari istirahat, usia kita sudah tidak muda lagi untuk menghabiskan malam ini…” ucapmu memecahkan keheningan alam
Ya…tidak terasa waktu berjalan begitu cepat
20 tahun sudah kami mengabdi pada sinergimu
 
 
20 Maret 2012
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s