karena kita memang bisa..

Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan cobaan bagi hampa diluar batas kemampaunnya.

Sepotong ayat pendek ini selalu dijadikan penghiburan bagi mereka-mereka yang bersedih karena banyaknya cobaan, namun sebenarnya mempunyai makna yang lebih dari yang disampaikan secara kasat mata, apalagi kalau mau kita terjemahkan dalam bahasa mata dengan melihat sekeliling. Karena
kalimat pendek ini juga bisa dimaknai bagi mereka yang menerima apapun itu dalam hidup termasuk kebahagiaan, karena Allah juga tidak akan memberikan kebahagiaan diluar kemampuan kita menikmatinya, untuk itu harusnya diterjemahkan dengan bahasa mata dengan melihat sekeliling kita…

Artinya… peran sebagai seorang Ibu sekaligus Istri dan anggota masyarakat dalam menjalankan tugas domestic dan tugas public memang menjadi beban bagi para perempuan, itu karena ”KITA MEMANG BISA” menjalankannya. Cecak yang hidupnya didinding dan hanya merayap kian kemari menjadikan
nyamuk yang lincah sebagai makananya, namun hingga hari ini tidak ada satu Koran atau TV manapun di dunia yang memberitahukan Cecak mengadakan aksi demo untuk menolak itu, kenapa? Jawabannya mudah saja ”Karena memang cecak Bisa” untuk hidup seperti itu.

Ibu atau lebih tepat peranan perempuan memang bisa dikatakan multi fungsi, multi job dan multi segalanya deh…. Tapi sebelum itu pasti sudah ada bekal yang disiapkan oleh Sang Kuasa walaupun kadang kita menyadari kita punya bekal itu bukan sebelum peran itu datang namun saat peran itu dijalankan, sehingga acapkali dalam menjalankan itu kita menggunakannya dengan metode try and error. Tapi akhirnya tetap bisa saja juga kan? Yang penting barangkali saat ini adalah suatu penyadaran bagi para perempuan bahwa mereka memang istimewa, karena ibarat pegawai dalam suatu struktur perusahaan kita mempunyai beberapa jabatan sekaligus, ya manejer, ya bagian pemasaran, bagian keuangan bahkan sekaligus OB dan cleaning service (hebat kan?) Dan untuk semua jabatan itu kita diminta menghasilkan prestasi yang maksimal.

Lalu caranya ? yaa… pertama harus yakin dulu bahwa ‘Kita memang bisa’ karena tanpa ada keyakinan itu tidak akan ada semangat untuk menjalankannya malah yang akan muncul adalah perasaan tidak adil, kenapa perusahaan yang sebesar ini terlalu pelit untuk menggaji banyak orang untuk berbagai jabatan yang kita pegang. Itu mah gawat. Karena kita memang tidak bisa mengelak dari kenyataan. Tapi positifnya adalah kita orang yang paling banyak menerima gaji dari kantor, lihat saja binar bintang dimata anak-anak, luapan cinta dimata pasangan,kekaguman dari banyak pihak, genggama terimakasih pasein (bagi perawat dna dokter atau semisal itu) dan yang terpenting Kunci pintu surga ada ditelapak kaki kita. (lalu nikmat Tuhan yang mana yang kamu dustakan? Ar-rahman) Jadi lebih baik segera bekerja,susun schedull dan jadwal untuk melaksanakan semua itu secara baik, harus disadari bahwa kita bukan Superman (superwomen) yang bisa mengerjakan semua sekaligus, ada waktu dimana kita harus mendahulukan yang lain tapi bukan berarti meninggalkannya satupun. Jadwal ini mesti ditepati dengan baik.

Lalu bersikaplh Ikhlas, artinya kerjakan semuanya dengan penuh Cinta, karena Cinta adalah kekuatan ajaib yang tidak bisa digantikan apapun, ikhlas menerima hasil kerja tanpa berusaha menyalahkan diri sendiri apalagi orang lain adalah langkah penting menuju kebahagiaan.

He he he ..kadang bicara memang mudah ya teman, tapi menjalankannya sangat sulit, bagiku awal aku menjadi Ibu juga merasakan sangat kesulitan, apalagi seorang Ibu yang harus menjawab Tanya mata anaknya kenapa hanya ia hanya memiliki BUnda, kenapa tidak ada lelaki dewasa yang dipanggilnya Ayah. Sangat sulit…..karena sebagai seorang pekerja yang jam kerjanya terkadang 24 jam sehari dan tidak ada tanggal merah di kalender aku juga harus membayar gaji dari perusahaan dengan pengabdian yang setimpal. Diluar itu, sebagai bagian dari masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di kota kecil dan masih tradisional tuntutan masyarakat dan pandangan masyarakat bagi seorang perempuan tanpa suami sangat berat, belum beban amanah yang dari dulu sepertinya sudah ditakdirkan bagi keluarga besar semakin membuat aku tidak bisa menampakkan muka sedih apalagi hancur. Tapi dalam kesulitan itu, waktu membantu ku melewatinya, apalagi dalam perjalanan terlalu banyak kemudahan yang dijumpai dalam belitan kesusahan, so..yang terpenting karena aku memang bisa

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s