Ngarep…

-batas-

“sayank cinta itu apa sih? aku ingin kau ucapkan dari berbagai versi” pintamu manis.
“cinta bukan untuk di pertanyakan. Karna cinta tak pernah ada jawaban, kata Dewi ratna damayanti”.
“Jangan pernah merasa jatuh CINTA jika tak ingin Lara, jangan pernah ingin dicinta bila sesungguhnya sudah tak punya jiwa, jangan pernah menikmati CINTA jika sudah mati rasa, karena sesungguhnya CINTA, harus miliki rasa, sentuhan, ungkapan Dan hasrat, kata Brahmana Semeru”.
“Dan cinta tak berformula layaknya rumus kimia, tak bernilai jika dikonvertasi ke dalam rumus phytagoras, dan bukan senyawa atau bermuatan atom dalam ilmu biologi, cinta adalah sebuah kata dalam kamus bahasa Indonesia, versi Batas Afif”.
“Karena buah dari sebuah cinta itu adalah aku, istriku, kalian dan juga anak-anakku, karena cinta itu sakit, senang, susah, sehat, dan pada dasarnya manusia itu cinta, versi Anggertities Pramusastra”.
“Sejak dulu beginilah cinta, deritanya tiada akhir. Versi cu pat kai”.
“Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga mudah. Tapi untuk dicintai dengan orang cintai itulah yang sukar diperoleh. Versi Hitler”.
“Cinta itu, aku lihat, aku pikat, aku sikat, aku minggat, versi napoleon bonaparte”.
“Saya itu menikah karena cinta. versi Ustad Solmed”.

“Seperti rumput kering merindukan setitik hujan, nyanyian camar dan deru ombak yang bersinergi membentuk harmony, pohon rindang peneduh penggembala dari terik, menyejukkannya dengan mensuplai oksigen, mawar dan lebah yang memiliki simbiosis mutualisme. Versi guru biologi”.
“Seperti jangkrik yang berseriosa di antara ilalang, layaknya kodok bangkong yang beirama tak beraturan di dalam tempurung bambu, seindah mata jelita burung hantu yang bersinar dalam gelap, perlihatkan sayap-sayapmu yang seolah patah kunang-kunang padahal tidak justru alam yang menyadarkanmu akan cinta, dan yang terakhir wangwung, gemirisik nyanyianmu seakan menyabda malam menjadi romansa tersendiri, mereka semua mencintai hujan. Itu cinta. Versi pecinta binatang malam”.
“itu semua yang aku ketahui tentang cinta, kalau menurutmu ?”.
“karena cintaMU lah aku ada”.
“karena cintaku?”
“huruf MU besar, berarti Tuhan, sayang…”
“Oooo…” ngarep.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s