Bulan…

Bukan…ini bukan puisi yang menceritakan keindahan bulan.

Kamu tahu bulan? Dia memiliki cahaya dari biasan matahari. Pernahkah kau berjalan tanpa cahaya apapun, hanya ditemani cahaya rembulan? Aku hanya ingin seperti bulan, menyinari dalam temaramnya malam.

Kamu pernah mengambil gambar bulan? Tidak bisa hanya sekedar menggunakan lensa biasa. Kamu pernah melihat pantulan bulan pada genangan air? Mungkin itu cara termudah untuk mengambil gambar bulan dengan lensa biasa. Seperti melihatku lebih mudah dari pada memahamiku.

Bulan yang terlihat hanya sisi terangnya. Bukankah bulan itu bundar? Bagaimana dengan sisi kelamnya? Semakin ternag cahaya bulan, maka semakin gelap juga sisi kelamnya. Seperti didriku, semakin ceria terlihat maka makin banyak kepedihan yang kusimpan.

Kamu pernah melihat bulan purnama? Dia tidak terjadi setiap hari… Pun hadirku…hanya sekejap.

Bulan…itulah asal namaku Wulan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s