(kembali) Menoreh Luka

Lagi kutoreh luka pada hatiku, ketika keadaan tak bisa kupersalahkan. Ingin kumemaki rasa yang bergumul di dada, kenapa rasa tak kunjung enyah?

Seperti mengorek luka lama. Kulihat belatung ke luar bersamaan dengan nanahnya. Luka itu tak pernah sembuh, hanya kututup dengan kertas bertuliskan banyak kenangan.

Bukan menyembuhkan…tapi luka ini terus bertambah…terhunjam…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s