Siluet…

Aku mengenalnya seperti sebuah siluet. Itu pun hanya melalui tulisan.
Namun bahasa tulisan ternyata cukup jelas menggambarkan kesederhanaan dan kebersahajaan sosok seorang lelaki yang telah menyandang gelar “Ayah” itu. Melalui siluet abstrak ini justru aku menemukan sebuah deskripsi HIDUP terindah yang mampu menggetarkan hati terdalamku sebagai seorang “Wanita”.
Tak ada hal yang istimewa dengan sosok lelaki di dalam siluet itu.Dia hanyalah salah seorang lelaki pemikul tanggung jawab. Seperti lelaki lainnya.

Jadilah ayah yang dibanggakan oleh anaknya…karena aku hanya sebutir debu yang mengotori hidupmu…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s