Ibu…

Malin Kundang
Anak yang tidak mau mengakui keberadaan ibunya
Sangkuriang
Anak yang mau menikahi ibunya sendiri
 
Pada akhirnya Anak Durhakalah mereka….
 
“Anak durhaka!!” Lalu tamparan melayang lagi ke pipiku
Darah…aku mengusap darah dari bibirku
 
Seperti itulah sosok ibu yang kukenal
Bagaimana aku tidak mengakui keberadaannya, sedangkan berpulangku masih pada rumahnya
Bahkan aku bukan pria, aku perempuan, tidaklah ada niat tersembunyiku
 
Masih terdiam menunggu layangan tangan
Berkali-kali kurasakan ada sentuhan keras di wajah dan badan
Bahkan sesekali rambutku diusap dalam jambakan
Bersamaan dengan teriakan yang sayup terdengar
 
Seperti itu cara dia memberi amanat padaku pada ketidak setujuannya pada dendamnya dan entah….mungkin pada sebagian darahku yang mengalir dari ayahku
 
Setiap orang memiliki caranya dalam membuktikan kasih sayangnya, ujarnya
 
Kemesraan yang keras itu terhenti, ketika kurasa ada yang memelukku erat, hangat dan menyejukkan. Kuberanikan membuka mata….
Anakku….
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s