Penyair Tak Pernah Jatuh Cinta…

Kepada segenap teman penyair priaku…

Aku tahu, tak pernah adanya kebenaran pada setiap bait sajak cinta dan sajak rindu yang kau tulis
Apakah itu untukku atau hanya sekedar untuk melahirkan anak-anak sajak yang selalu kau rindukan

Penyair selalu membutuhkan teman dalam pencarian bait-bait sajaknya
Teman pada sebotol bir, pada segelas kopi bahkan pada kepulan asap kretek
Dan pada akhirnya…teman pada kesendiriannya

Berjalan menikmati senja merangkai bait-bait sajak pada rona jingga
Terdiam pada senyapnya malam menangkap kata demi kata yang berterbangan di langit
Apalah sulitnya menjadi teman penyair?

Terkecuali meminta hati dan cinta

Aku (mungkin) tidak bisa mendapatkan hati dan cintanya, tetapi…
Terkadang teman penyair lebih berbahaya dari penyairnya itu sendiri

 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s