Selembar Puisi

Puisi demi puisi tertoreh bersamaan kenangan yang ingin diabadikan
Ketika malam hari begitu gaduh oleh penyair yang memuja malam
Maka siang pun menjadi kelu dan dingin untuk sekedar mencari kata-kata

Dalam kelamnya malam, rindu terus meronta
Maka puisi adalah jawaban jiwa abadi bagai candu dalam rindu

Tidak…
Aku tidak mau semua kenangan tentangmu hanya sekedar jadi tulisan pada selembar puisi
Bukankah kita sama-sama lelah mengadu pada malam tentang rindu?
Dan aku lelah mengakhiri kenangan dalam puisi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s