Sajak Selendang

Seperti hujan merindu turun ke bumi
Dirimu selalu kuingin berada di sisi
Setelah pelangi tiada kau selendangkan
Lalu kenangan mengajakku mabuk

Mungkin hati telah buta
Atau jiwa terlalu gelap karena berjuta alpa
Semoga tiada lagi bidadari
Menyulam pelangi untuk kau selendangkan

Betapa aku ingin mengembara dalam waktu
Menjelajahi sebuah kota yang gersang
Lalu menjelma menjadi Lentera yang menempel di dinding
Sembari bersemayam di pelukmu

Lihatlah…. selendang pemberianmu
Duduklah di sampingku
Sembari bersama membaca ribuan buku
Sebab pada waktunya,
Mungkin kau harus pulang

Lalu akan kutulis ribuan sajak sebelum kau pulang
Pada serpihan sajakku tentang kota ini,
Titipkan untukku sebuah senyuman yang sesepoi angin
Sebab untuk mengembalikan selendangmu aku enggan

Atau…
bawalah serta selandang berisi sajak-sajaku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s