Elegi Waktu

Kapankah waktu kita usai?
Tentang senyuman-senyuman sebagai hadiah dari waktu yang kita ciptakan
Selalu menyimpan kata yang tak terucap

Aku, perempuan yang terbujur kaku oleh detikan waktu
Terus menghitung dan menunggu
Dilapukkan senyuman yang terus kuingat
Tanpa cahaya
Memendam rahasia yang tertinggal

Kutemui bayang wajahku dari balik matamu
Lalu kupunguti rindu satu persatu yang melewati waktu, tergurat dalam ribuan kata-kata sajak
Kuhempaskan asa lain untuk mendapatkan rembulanmu

Pagi ini,
Kutitipkan lagi rindu untukmu pada mentari
Agar makhluk langit cemburu pada kita

ada pagi bersamamu pada bulan september yang sering disebut ceria

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s