Membeli Duka Yang Sama

Kita pernah berbagi payung di kota yang penuh rindu pada senja yang dihujani air mata
Saat itu kita tersenyum menikmati pahitnya jamu kehidupan sambil menghitung tetesan air mata

“Bisakah kamu terus mengingatku nanti?” Pintamu
Aku hanya membalas dengan senyuman
Kemudian kita sepakat untuk membeli duka yang sama

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s