Cerita Tentang Sepasang Jalang

Pada malam yang paling kelam
Diam-diam sepasang jalang merayap dari mimpi

Jalang lelaki, begitu gagah
Jalang paling tampan yang pernah ada
Jalang perempuan, selalu tersenyum
Jalang dengan sorot mata kesedihan

Lihat, katamu
Kita berperan sebagai sepasang jalang
Matamu berbinar, mencari-cari yang sudah pasti hanya mimpi dalam diriku
Bisakah kita terus menikmati keliaran ini?

Sementara kita selalu saja meyakini:
Hudup ialah bagaimana Tuhan menyusun kebetulan demi kebetulan, isyarat demi isyarat, dengan manis
Bahkan, katamu
Pertemuan sepasang jalang pun begitu manis

Barangkali, suatu hari –atau hari ini pun- -kita saling merindukan percakapan- -yang hanya kita yang mengerti- -menjelang dini hari

September 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s