Melihat Punggungmu

Aku akan selalu mengusik tidurmu
Dengan menghujani kecupan
Kamu mendengus
Seolah-olah kesal, katamu
Aku tetap mengendus, kemudian membalikkan badan
Kalau-kalau kamu terusik

Tak lama, kamu eratkan tubuhku
Tapi, mungkin kamu tidak tahu
-akhirnya pun tahu-
Lelapku sering terbangun
Oleh hangatnya kecupan di mata, di hidung…
Aku berpura-pura lelap sembari menikmati kecupanmu

Lain cerita…
bahagiaku menikmati langkah denganmu

“Langkahku terlalu cepat ya?” Katamu
Aku mendongak, dan hanya menggeleng

Aku sengaja melambatkan langkah
Agar tak lekas tiba
Aku sengaja melambatkan langkah
Agar bisa lebih lama denganmu
Aku sengaja melambatkan langkah
Agar bisa melihat punggungmu

ingin rasanya membunuh waktu yang berdetak tepat di nadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s