Tanda Baca Yang Tak Bisa Kau Baca

Kita sering berikirm pesan singkat
Hampir setiap hari
Sekedar tegur sapa
Obrolan ringan yang tidak berkesudahan
Kadang, berkeluh kesah tentang pekerjaanmu
Tentang…kekasihmu
Pesan singkat kita selalu ditutup dengan ungkapan betapa saling merindu

Sering kali tanda baca sedih yang ingin kusampaikan
Tapi, lagi-lagi tanda baca senyum yang kukirimkan untukmu

Setiap kukirim tanda baca senyum
“Basa-basi” ujarmu
Kamu selalu tidak suka bila dikirim tanda baca senyum

Kekasihku,
Aku hanya bisa menyembunyikan kesedihan ini melalui tanda baca yang kukirim
Kita tidak pernah tahu tanda baca apa yang akan menghiasi kehidupan kita nantinya
Akankah terus menggunakan koma, atau titik

Kekasihku,
Kamu berbahagialah, serahkan seluruh kesedihanmu padaku
Karena kesedihan akan selalu menjadi urusanku yang tak pernah usai

Kesedihan, selalu menjadi temanku pada akhirnya.
Kamu salah, Lakiku. Kesedihan ini lebih senang bermain di relung hatiku…

Iklan

Quotes of Heart

Funny quotes, Inspirational quotes, Life quotes, Love quotes, quotes, Wise quotes,  (568)

 

tumblr_ly8vpswI9P1qajjdco1_500

 

a-quote-best-quote-best-quotes-english-Favim.com-517249

 

Life-Quotes-TumblrLove_Life_Quotes_tumblr

 

meeting-you-met-fate-love-quote

 

 

1061_1c599fcd2e6204d8ab6be8b2d802055a

 

912_07019bace9c9ca0d36e0686936be1812

 

 

love-quotes-for-boyfriend-him-sayings-short

 

tumblr_m7vz2awzUH1rya2qqo1_500

 

love-quotes-for-him-tumblr-7911

 

short-quotes

 

short-cute-love-quotes-tumblr-i2_large_large

 

data.whicdn.com-images-26980960-cheesy-love-quotes-tumblr-i16_large

 

tumblr_m9mcwh4Sin1qcq8cwo1_500

 

quotes-famous-funny-love-inspirational-sayings-short_4931585522795198

 

good-short-quotes-about-love-and-relationships-e1351433840637

 

tumblr_mj9xoafVDD1r1vk06o1_500

 

short-love-quotes-for-her-fight-for-me

 

1179_68f73fde5a607110544e832ed39be5b2

 

 

ketika jemari ini sudah lelah merangkai kata demi kata, ketika mulut ini hanya bisa terbungkam menahan ucapan, hati terus berontak ingin mengungkap rasa….

Ruang Orang Ketiga

Ke samping

Ada kalbu saling memandang
Membiarkan hingga mengakar
Kita terhipnotis pada semesta
Dosapun tak kuasa lagi ditunda

Ruang tersirap pada waktu
Waktu tergadai dalam ruang
Jarak begitu menyesatkan rindu
Bahkan rindu selalu mengidap
Dusta tertatih tenggelam dalam dosa
Dosa kadang tertunda dibuainya

Pada laci kau simpan rapat rahasia
Untuk orang ketiga
Demi melengkapi bab-bab kehidupan

Kita…terlanjur percaya dengan segala yang membutakan

[Penyair memang tak pernah jatuh cinta]

Senja Yang Meneteskan Air Mata

Lembayung berwarna jingga,
terkadang begitu indah terkadang begitu memilukan
Kali ini senja bersimpuh dengan air mata
Jemari yang bertautan lalu terhempas
Hingga kaku
Bibir yang dibasahi oleh ciuman lalu ditepis
HIngga kering
Tak pernah ada waktu untuk mengumpat
Hanya air mata yang mengingat setiap senja yang terlewati

Cerita Rembulan…

-batas-
Dibawah sinar rembulan.
“Oh ya, kamu percaya bulan itu indah? dan mengapa ya bulan itu ada?” mata bersih Delia sejatinya sudah menjawab pertanyaannya sendiri. Setelah menatapku sesaat, paras ayunya menerawang bebas keangkasa dan bermandikan cahaya rembulan. Jemari Delia meremas erat tanganku ketika angin malam membelai lembut rambutnya.
“Kamu juga tahu gak usia bulan itu berapa?” pertanyaan yang tak kunjung mendapat jawaban itu, memaksanya menatapku. Dan aku kaget.
“Astaga !!” segera kulepas genggaman tangannya.
“Menurutku bulan yang sedang kita amati ini menyimpan misteri abadi yang tetap dipertanyakan oleh para peneliti. Baik keberadaannya, usianya dan bahkan semua tentang bulan membuat gambaran dari bulan itu sendiri selalu menjadi misteri penduduk bumi”.
“Kamu melepaskan tanganku ?!”
“Bulan itu indah. Aku juga salah satu yang mengagumi keindahan sinarnya. Sepertinya lebih mudah menjelaskan mengapa bulan tidak ada daripada mengapa ada bulan”.
“aku pantas gak jadi bulan ?”
“Hai dorrr, kalian sedang apa?” tiba-tiba Wulan mengagetkan dari belakang.
“Kalian nggosipin aku ya?”
“Hai jelek sini deh, aku mau kasih tahu sesuatu” tangan Wulan menarik lenganku, aku dan Wulan berlari meninggalkan Delia sendiri dalam kebingungan.
“Wulan lepasin tanganmu, aku kesakitan” teriakku.
“iye maaf, coba lihat balon raksasa itu, ada nama Andromeda disana, sama seperti nama persahabatan kita bertiga. Lah mana Delia ???”
“Astaga, Delia ketinggalan !!”.
Lalu rembulan itu sembunyi dibalik awan. Paras ayu Delia terus mengamati bulan meskipun ia tak lagi setia menemani, sinar hangatnya berganti rintik gerimis.
“Mungkin yang lebih pantas menjadi rembulan untukmu, adalah Wulan” batin Delia.

Penyair Tak Pernah Jatuh Cinta…

Kepada segenap teman penyair priaku…

Aku tahu, tak pernah adanya kebenaran pada setiap bait sajak cinta dan sajak rindu yang kau tulis
Apakah itu untukku atau hanya sekedar untuk melahirkan anak-anak sajak yang selalu kau rindukan

Penyair selalu membutuhkan teman dalam pencarian bait-bait sajaknya
Teman pada sebotol bir, pada segelas kopi bahkan pada kepulan asap kretek
Dan pada akhirnya…teman pada kesendiriannya

Berjalan menikmati senja merangkai bait-bait sajak pada rona jingga
Terdiam pada senyapnya malam menangkap kata demi kata yang berterbangan di langit
Apalah sulitnya menjadi teman penyair?

Terkecuali meminta hati dan cinta

Aku (mungkin) tidak bisa mendapatkan hati dan cintanya, tetapi…
Terkadang teman penyair lebih berbahaya dari penyairnya itu sendiri

 

Terhempas…

Belum, aku belum siap
Melautkan diri ke dalam kenangan.
Surat-surat cintaku belumlah habis.

Apalagi hangus terbakar kemunafikan
Aku juga masih menyimpan beribu
Bunga senja dalam dada.
Yang tak bisa kucipta ke dalam kata-kata

Belum, aku belum mau
Mmenjalin asmara dengan keabadian
Masih di sini berdiri jiwaku

Menghunjamkan tanya pada angin,
Ke dinding asa, ke arah barat, timur utara dan selatan,
Ke seluruh bilik cakrawala

Karena aku belum benar-benar mengerti,
mengapa malam menyetubuhi luka-lukaku
Sementara kerinduan berada diantara keduanya